Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin

tanpa merubah judul dan isi sedikitpun, saya cuman ingin mem forward tulisan dari sini….

sumber : http://www.apakabar.ws/content/view/2135/88888889/

Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang mungki tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya. Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom
bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan
kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin
yang terhirup.
Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar sambil
ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut.

Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya menjawab
bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak. Dan
makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan
sakit di dada semakin menjadi.

Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka
semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang mereka
memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk
tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai
masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu
akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan.

Hazrah kazrah!

Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya seragam.
Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi yang
mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.

Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus mereka
tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan
gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak
mereka.

Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker penutup
hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik
senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.

Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para
pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom bensin
agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin dengan
masker penutup hidung.

Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom bensin
ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan saya.
Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman petugas
pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap
bensin.

Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa
diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.

catatan:
Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan tiga
shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam. Jumlah
jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.

Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir dapat
mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin dibolehkan
memakai masker penutup hidung.

jabat erat,

yah semoga saja lebih banyak yang peduli, semoga pejabat PERTAMINA bisa lebih peduli dengan merubah kebijakan yang sekarang ada :)

17 Tanggapan

  1. PERTAMAX mahal !!!! :mrgreen:

  2. Wew keduax

  3. kasihan ya.. serba salah juga, soalnya pelayanan jaman sekarang memang harus mengutamakan senyum

  4. iya, pasti jadi serba salah deh… mending kaya di luar negeri aja kali ya? pake sistem pelanggan ngisi bensinnya sendiri… hehe

  5. artikel yang sangat menarik… tak pernah terpikirkan oleh sy sebelumnya….
    Semoga pihak pertamina memerhatikan artikel ini…

  6. yang pastinya
    “dari nol ya pak”

  7. nice info gan.

    agak2 ripos si dikit :lol:

    >>>>>>>>>>> :ngacir:

  8. gud…gud….salam kenal bro… :)

  9. pake masker yang transparan biar tetap bisa tersenyum :)

    http://ski07-ugm.blogspot.com

  10. wow, iya juga ya baru nyadar

  11. bener juga ya, saya nyium bensin sebentar aja udah pusing apalagi para petugas pm tersebut, bahaya tuh lama-lama

  12. iya yaaah…sy kok baru tau… :)

  13. salam, selamat soree

  14. Betul sekali, apalagi kebanyakan sekarang petugsnya perempuan, mereka kan nantinya akan bereproduksi, apakah tidak merusak?

  15. uihhh, bner jg yach. Gk sbanding dah gji ama rsiko pkerjaan. smoga lbh dprhatikn lgi.

  16. weks…. gitu toh… wah wah,,,, dilaporin aja tuh… tpi kemana??

  17. Maaf say, di indonesia kan nasib karyawan memang lebih rendah daripada budak, harap maklum

Tinggalkan Balasan