apa jadinya kalo orang tua kita burung ?
ada beberapa orang yang suka ngotot untuk memperbaiki kekurangannya, yang menurut saya (CMIIW) itu sama sekali tidak baik. misal :
ningnong *namasamaran* punya kelebihan dalam olahraga sepak bola karena refleknya yang bagus dan gerakannya yang lincah, tapi yang lagi tren adalah olahraga tinju padahal ningnong punya postur tubuh yang kecil dan kurus. kemudian ningnong berusaha keras ikut fitness, ikut sasana tinju agar dia bisa menutupi kekurangannya yang pada akhirnya tinjunya tidak maksimal karena kekurangannya yang dipaksakan dan main sepak bolanya pun tidak maksimal karena fokusnya lebih ke tinju.
sama halnya seperti orang yang suka berkhayal andai dia bisa terbang. burung bisa terbang karena dia punya sayap dan dari sejak dia lahir sudah di contohkan oleh orang tuanya bagaimana caranya terbang. misalkan manusia punya orang tua burung, orang tuanya dengan sabar selalu mencontohkan dan mengajarkan bagaimana caranya terbang tapi hasilnya, si manusia ngga akan pernah bisa terbang karena kekurangannya (tidak ada sayap) dan dia pun ngga akan bisa berjalan karena fokusnya adalah belajar terbang.
nah dari 2 cerita diatas, pelajaran yang dapat diambil adalah tidak usahlah kita memaksakan diri untuk menutup2i dan memperbaiki kekurangan kita, karena setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan. jadi maksimalkanlah kelebihan yang kita miliki dan tanpa kita sadari kekurangan kita tidak akan tampak dari mata orang lain



Optimalkan kelebihan kita
Sehingga kekurangan pun menjadi gak ketara
atau…
pelajari sampai mahir sesuatu yang benar2 kita bisa, bener gk ??
Kelebihan kita jika dimaksimalkan dpt menutupi kekurangan kita lhooo… krn org akan berfokus pd kelebihan kita itu