kentut tak lagi menimbulkan fitnah

Sebelumnya saya akan menjelaskan dulu sekilas tentang kentut. Kentut itu dari segi suaranya dibagi menjadi tiga :

  1. Yang pertama adalah kentut yang bersuara.

Kentut seperti itu adalah kentut yang baik, karena si pelaku jujur dalam mengutarakan isi perutnya. Dan si pelaku pasti orang yang bertanggung jawab. Tapi tetap saja kentut jenis ini akan menimbulkan keributan meskipun kentutnya tidak berbau, apalagi berbau busuk.

  1. kedua, kentut yang disamarkan

Kentut ini biasanya dibarengi dengan suara berdehem atau dilakukan sambil berlari atau tertawa – tawa dengan keras sehingga suara kentutnya tersamar oleh sura – suara tadi. Kentut jenis ini dilakukan oleh orang – orang yang licik dan tidak bertanggung jawab, apalagi kalau sampai berbau busuk.

  1. ketiga, kentut yang tidak bersuara

Nah ini dia kentut yang paling jahat, mematikan, menimbulkan fitnah dan mengkibatkan perpecahan dan inilah kentut yang paling sering dilakukan oleh orang yang akan diceritakan dibawah ini.

OK, sekarang kita kembali lagi kepada judul tulisan, dulu kentut itu selalu menjadi fitnah, kenapa demikian? Karena ketika ada suara sumbang yang keluar dari “belakang” atau ketika ada bau – bau busuk yang sangat khas itu, orang akan saling menuduh dan mengatakan “kamu ya, kamu ya, kamu ya…dst”, anda juga pasti sudah pernah mengalaminya “ya kan, ya kan, ya kan…dst”

Cerita pertama, pada saat saya main winning eleven (WE) di kamar kos saya bersama beberapa teman saya, tiba – tiba saya tak tahan lagi dan melepaskan gas fitnah yang tidak berwarna tapi berbau busuk itu, tanpa suara, camkan itu, TANPA SUARA!!!. Ketika baunya mulai memasuki satu persatu lubang hidung mereka, semua teman saya langsung nyengir seketika dan mengendus – endus seperti kucing dan kemudian mereka saling memandang dengan tatapan penuh fitnah. Tapi diantara pemain WE tadi hanya saya yang tidak nyengir tapi justru sebaliknya, saya ketawa – ketawa tanpa dosa. Dengan reflek yang super cepat, mereka langsung mengeluarkan umpatan – umpatan seperti bajingan dan “kebun binatang” kepada saya dan langsung berlarian secara tidak wajar, itulah kenapa saya katakan kentut bisa menyebabkan perpecahan. Kejadian itu juga terulang saat kami lagi makan bareng, dan lagi – lagi saya pelakunya. Dan kejadian itu terjadi secara berulang – ulang hingga mereka hafal kalo ada bau dan ada yang nyengir pasti dia yang kentut dan hingga mereka memberikan vonis jika ada bau itu pasti aku yang kentut, jahatnya. Karena itulah kentut sudah tidak lagi membuat orang – orang (khususnya teman – teman saya) saling memfitnah. Tapi…. kenapa harus aku???

Hingga saya pindah kos kebiasaan itu masih tetep ada, karena ternyata menghilangkan kebiasaan lama itu jauh lebih susah daripada membuat kebiasaan baru, dan menurut saya kentut itu adalah seni. Karena suara dan baunya yang sangat unik. Dan mungkin bisa dimasukkan dalam pelajaran kesenian di SMP yaitu “seni kentut indah”, atau bisa juga dimasukkan dalam salah satu bahasan di jurusan psikologi yaitu “mempelajari karakteristik seseorang dari kentutnya” (wah benar – benar ide yang brilian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa)

Semua itulah yang membuat saya tetap membudidayakan kentut, karena selain efek negatif, kentut juga mempunyai manfaat yaitu :

  1. aroma terapi

  2. pokok bahasan penting di jurusan psikologi

  3. penghangat suasana

  4. menambah keceriaan suasana

  5. senjata pembunuh yang dahsyat yang bisa diterapkan oleh TNI

Dan yang terpenting adalah karena sayalah kentut sudah tidak lagi membuat orang saling memfitnah, hua ha ha ha ha ha ha ha ha…….(ketawa bangga(???)).

NB : btw, penting ngga sih bahas ginian???

kentut tak lagi menimbulkan fitnah

3 pemikiran pada “kentut tak lagi menimbulkan fitnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s