apa jadinya kalo orang tua kita burung ?

ada beberapa orang yang suka ngotot untuk memperbaiki kekurangannya, yang menurut saya (CMIIW) itu sama sekali tidak baik. misal :

ningnong *namasamaran* punya kelebihan dalam olahraga sepak bola karena refleknya yang bagus dan gerakannya yang lincah, tapi yang lagi tren adalah olahraga tinju padahal ningnong punya postur tubuh yang kecil dan kurus. kemudian ningnong berusaha keras ikut fitness, ikut sasana tinju agar dia bisa menutupi kekurangannya yang pada akhirnya tinjunya tidak maksimal karena kekurangannya yang dipaksakan dan main sepak bolanya pun tidak maksimal karena fokusnya lebih ke tinju.

sama halnya seperti orang yang suka berkhayal andai dia bisa terbang. burung bisa terbang karena dia punya sayap dan dari sejak dia lahir sudah di contohkan oleh orang tuanya bagaimana caranya terbang. misalkan manusia punya orang tua burung, orang tuanya dengan sabar selalu mencontohkan dan mengajarkan bagaimana caranya terbang tapi hasilnya, si manusia ngga akan pernah bisa terbang karena kekurangannya (tidak ada sayap) dan dia pun ngga akan bisa berjalan karena fokusnya adalah belajar terbang.

nah dari 2 cerita diatas, pelajaran yang dapat diambil adalah tidak usahlah kita memaksakan diri untuk menutup2i dan memperbaiki kekurangan kita, karena setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan. jadi maksimalkanlah kelebihan yang kita miliki dan tanpa kita sadari kekurangan kita tidak akan tampak dari mata orang lain🙂

apa jadinya kalo orang tua kita burung ?

3 pemikiran pada “apa jadinya kalo orang tua kita burung ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s