rencana itu cuman buang-buang waktu

Alhamdulillah setelah bertahun2 ni blog jablay, akhirnya saya ada napsu juga buat meng-grepe2 blog saya. kali ini saya mau meluruskan (menurut pendapat saya) pendapat orang klo perencanaan itu penting menjadi perencanaan itu buang2 waktu. mungkin ini cuman berlaku buat saya karena pengalaman saya yang bikin ada pepatah baru ini. mungkin ga perlu di share karena orang lain belum tentu sependapat ama saya tapi bodo amat lah ini blog blog saya, internet juga saya bayar sendiri, makan juga gak minta minta ama orang lain. ups sorry jadi kelewatan, tombol efek sinetronnya kepencet :p

jadi ceritanya gini, pada dasarnya saya adalah seorang yang pemikir. saya selalu melakukan perancangan dan perencanaan sebelum mengeksekusi sesuatu. misalkan saya mau jualan kaos, yang pertama saya lakukan adalah melengkapi tools untuk jualan kaos. misalkan saya menyiapkan website, desainer, simulasi perhitungan laba rugi, survei harga jual dan beli dll. yang tentunya butuh waktu yang lumayan lama dan lumayan menguras tenaga dan diselipin rasa malas yang bisa jadi lebih panjang dari kerjanya sendiri :psaya pernah denger om jaya setiabudi bilang “usaha yang paling bagus adalah usaha yang segera dijalankan” lalu saya juga pernah denger ada konsultasi tentang rokok, “cara berhenti merokok yang paling efektif adalah berhenti merokok”. point yang saya dapat dari kedua quote di atas dan beberapa quote lainnya yang serupa adalah, klo kita pengen segala sesuatunya berjalan lebih mudah kenapa kita tidak berpikir sederhana. dan perencanaan menurut saya menimbulkan prediksi2 masalah yang belum tentu terjadi.

sekarang coba kita aplikasikan ke contoh kasus yang ada di atas, jualan kaos. kita sambungin ama quote yang ada. cara jualan kaos paling efektif adalah jualan kaos. see, terlihat gampang bukan !??!?! ngga ada yang namanya bikin website, nyari desainer, bikin simulasi perhitungan laba rugi dll. nah dari jualan kaos itu baru kita breakdown lagi, gimana kita bisa jualan kaos klo kaosnya sendiri ngga ada. karena saya kenal sama tukang produksi kaos jadi saya produksi kaos bukan beli kaos di grosiran trus dijual lagi. jadi nanti alurnya ya gini :

desain –> produksi –> jual kaos

coba bedain ama ini :

plan 1 : desain –> produksi –> jual kaos (klo ngga bisa desain ke plan b)

plan 2 : bayar desainer –> produksi –> jual kaos (klo produksi ke luar mahal ke plan c)

plan 3 : desain –> belajar sablon dan jahit kaos –> jual kaos

dst dst. yang kalo diterusin ngga bakal abis perencanaannya. padahal belum tentu masalah yang kita khawatirkan bener2 terjadi. jadi kenapa kita ngga belajar mikir sederhana saja. kita belajar memecahkan masalah yang kita hadapi bukan belajar memecahkan masalah yang belum tentu kita hadapi dan solusinya belum tentu pas saat kita benar2 menghadapinya. saya jadi ingat kata2 dari bob sadino “buat apa ada rencana matang kalo masih ada plan b, plan c dst?!?!”

jadi kenapa kita harus membuang buang waktu dengan menyiapkan rencana yang sempurna kalo action dulu dan melakukan penyempurnaan sambil jalan itu jauh lebih baik ?!?!

pesan moral dari saya : ngomong2 soal jualan kaos, boleh donk mampir bentar ke wearesiblings.com :p

rencana itu cuman buang-buang waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s