Agama tanpa ilmu buta, ilmu tanpa agama lumpuh

Saat kita mengalami kegagalan ada dua hal yang harus dibenahi. Yang pertama adalah perkara teknis, yang kedua perkara agama.

Saya ambil contoh misalkan saya punya warung nasi rawon. Sudah 2 tahun menjalankan usaha tapi hasilnya minus. Yang pertama harus dikoreksi adalah apakah nasi rawon kita enak? Apa sudah ada hal yang membuat orang membeli rawon kita? Bagaimana cara kita memasarkan? Apakah harganya sudah sepadan? Bagaimana manajemen kita? Bagaimana pengaturan keuangan kita? Dll dll dsb.

Klo hal2 tersebut sudah dibenahi, yang kedua coba kita koreksi ibadah kita. Dalam Islam mulai kita bangun tidur sampai tidur sampai bangun lagi semua sudah ada aturannya. Sudahkah kita menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya? Sudahkah kita mendahulukan kerberkahan diatas keuntungan usaha? Karena bisa saja rejeki kita terhambat oleh dosa2 yang pernah kita lakukan dan sejatinya umat Islam diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal dan berkah karena rejeki yang halal itu belum tentu berkah.

Agama tanpa ilmu buta, ilmu tanpa agama lumpuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s