Menjemput rezeki berkah berlimpah (part 1)

Rezeki yang berkah


Islam mengajarkan kita untuk mencari rezeki yang berkah. Bukan cuman halal tapi juga berkah. Rezeki yang berkah itu adalah klo katanya ustad yusuf mansur Allah dulu, Allah lagi Allah terus. Maksudnya kita harus selalu menyertakan Allah di setiap langkah yang kita ambil. Rezeki bukan soal kita kerja banting tulang kaki di kepala kepala di kaki, tapi soal taqwa. Karena Allah sudah menjamin rezeki setiap umatNya. “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan berikan jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tidak ia duga-duga.” 

Trus satu lagi “Kalau kalian bertawakal dengan tawakal yang sebenar-benarnya, maka Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana Allah memberikan rizki kepada seekor burung.” Burung pergi pagi pulang sore bawa makan dan rizki buat dirinya dan anak2nya. Ngga ada burung pulang malam atau harus lembur2 buat mencukupi kebutuhan keluarganya 😆

itu yang namanya keberkahan. Allah akan memberikan kemudahan klo kita bertakwa dan mengutamakan keberkahan dalam mencari nafkah. Itu wajib di imani soalnya yg ngomong bukan saya tapi Al-Qur’an dan hadits. Klo kata ustad2 rejeki berkah bukan soal kuantitas seberapa lama kita bekerja tapi soal kualitas iman dan taqwa kita dan ikhtiar yang maksimal.

Klo selama ini kita bekerja sampe malam2, trus sabtu minggu kita pake buat nyari2 sampingan sampai kita lupa ngaji, lupa ibadah, lupa belajar itu yang namanya ngga berkah.

Trus kenapa ada orang non muslim atau orang muslim yang ngga solat ngga ngaji tapi tetep kaya ? pertama, rejeki itu bukan cuman uang tapi anak soleh, kesehatan, ketenangan hati dll itu juga rejeki. Kedua, karena mereka punya ilmunya. Ketiga, itu namanya istidraj alias azab berupa rizki berlimpah yang membuat orang lupa.

Menjemput rezeki berkah berlimpah (part 1)